widgeo.net

Sabtu, 10 Mei 2014

Sejarah Islam di indonesia

Sejarah Kedatangan ISlam Di Indonesia

KEDATANGAN ISLAM DI INDONESIA
Melacak sejarah masuknya Islam ke Indonesia bukanlah urusan mudah. Tak banyak jejak yang bisa dilacak. Ada beberapa pertanyaan awal yang bisa diajukan untuk menelusuri kedatangan Islam di Indonesia. Beberapa pertanyaan itu adalah, darimana Islam datang? Siapa yang membawanya dan kapan kedatangannya?
Ada beberapa teori yang hingga kini masih sering dibahas, baik oleh sarjana-sarjana Barat maupun kalangan intelektual Islam sendiri. Setidaknya ada beberapa teori yang menjelaskan kedatangan Islam ke Timur Jauh termasuk ke Nusantara.
1. Teori Pertama, diusung oleh Snouck Hurgronje yang mengatakan Islam masuk ke Indonesia dari wilayah-wilayah di anak benua India. Tempat-tempat seperti Gujarat, Bengali dan Malabar disebut sebagai asal masuknya Islam di Nusantara.
Dalam L’arabie et les Indes Neerlandaises, Snouck mengatakan teori tersebut didasarkan pada pengamatan tidak terlihatnya peran dan nilai-nilai Arab yang ada dalam Islam pada masa-masa awal, yakni pada abad ke-12 atau 13. Snouck juga mengatakan, teorinya didukung dengan hubungan yang sudah terjalin lama antara wilayah Nusantara dengan daratan India.
2. Teori kedua, adalah Teori Persia. Tanah Persia disebut-sebut sebagai tempat awal Islam datang di Nusantara. Teori ini berdasarkan kesamaan budaya yang dimiliki oleh beberapa kelompok masyarakat Islam dengan penduduk Persia. Misalnya saja tentang peringatan 10 Muharam yang dijadikan sebagai hari peringatan wafatnya Hasan dan Husein, cucu Rasulullah. Selain itu, di beberapa tempat di Sumatera Barat ada pula tradisi Tabut, yang berarti keranda, juga untuk memperingati Hasan dan Husein. Ada pula pendukung lain dari teori ini yakni beberapa serapan bahasa yang diyakini datang dari Iran. Misalnya jabar dari zabar, jer dari ze-er dan beberapa yang lainnya.
Teori ini menyakini Islam masuk ke wilayah Nusantara pada abad ke-13. Dan wilayah pertama yang dijamah adalah Samudera Pasai.
Kedua teori di atas mendatang kritikan yang cukup signifikan dari teori ketiga, yakni Teori Arabia. Dalam teori ini disebutkan, bahwa Islam yang masuk ke Indonesia datang langsung dari Makkah atau Madinah. Waktu kedatangannya pun bukan pada abad ke-12 atau 13, melainkan pada awal abad ke-7. Artinya, menurut teori ini, Islam masuk ke Indonesia pada awal abad hijriah, bahkan pada masa khulafaur rasyidin memerintah. Islam sudah mulai ekspidesinya ke Nusantara ketika sahabat Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib memegang kendali sebagai amirul mukminin.
A. Kondisi Dan Situasi Politik Kerajaan-Kerajaan di Indonesia
Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secara besar-besaran. Aceh, daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara, adalah yang pertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri, yakni Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam.
Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi'i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.
Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab.
Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda. Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang, tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil'alamin.
Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara dan terbentuknya pemerintahan-pemerintahan Islam di berbagai daerah kepulauan ini, perdagangan dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Orang Arab yang bermigrasi ke Nusantara juga semakin banyak. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut, Yaman. Dalam Tarikh Hadramaut, migrasi ini bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut. Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya menguasai daerah-demi daerah di Nusantara, hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus.
Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi. Penyebabnya, selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh perlawanan menentang penjajahan, juga karena berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum kolonialis. Setiap kali para penjajah - terutama Belanda - menundukkan kerajaan Islam di Nusantara, mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara dengan akarnya, juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi.
Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini, memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam, agama seteru mereka, sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. Dalam memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu / Budha. Satu contoh, untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin, maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. Namun maksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M.
Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat, yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai, yang lebih terkenal dengan gelarnya, Fathahillah. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa, yakni Demak, Cirebon dan Banten, Fathahillah sempat berguru di Makkah. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan Turki Utsmani.
Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami keislaman, itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi'i. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan, terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam. Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti gaya hidup Eropa.
Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang. Terlepas dari hal ini, ulama-ulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang penjajahan. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat, namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. Dan meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik, namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai pertempuran melawan Belanda.
Sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia), Sulu (Filipina), Pasai, Banten, Sunda Kelapa, Makassar, Ternate, hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin), Perang Jawa (Diponegoro), Perang Padri (Imam Bonjol), dan Perang Aceh (Teuku Umar).
B. Munculnya Pemukiman-Pemukiman di Kota Pesisir
Sumber-sumber literatur Cina menyebutkan, menjelang seperempat abad ke-7, sudah berdiri perkampungan Arab Muslim di pesisir pantai Sumatera. Di perkampungan-perkampungan ini diberitakan, orang-orang Arab bermukim dan menikah dengan penduduk lokal dan membentuk komunitas-komunitas Muslim.
Kian tahun, kian bertambah duta-duta dari Timur Tengah yang datang ke wilayah Nusantara. Seperti pada masa Dinasti Umayyah, ada sebanyak 17 duta Muslim yang datang ke Cina. Pada Dinasti Abbasiyah dikirim 18 duta ke negeri Cina. Bahkan pada pertengahan abad ke-7 sudah berdiri beberapa perkampungan Muslim di Kanfu atau Kanton.
Tentu saja, tak hanya ke negeri Cina perjalanan dilakukan. Beberapa catatan menyebutkan duta-duta Muslim juga mengunjungi Zabaj atau Sribuza atau yang lebih kita kenal dengan Kerajaan Sriwijaya. Hal ini sangat bisa diterima karena zaman itu adalah masa-masa keemasan Kerajaan Sriwijaya. Tidak ada satu ekspedisi yang akan menuju ke Cina tanpa melawat terlebih dulu ke Sriwijaya.
Selain Sabaj atau Sribuza atau juga Sriwijaya disebut-sebut telah dijamah oleh dakwah Islam, daerah-daerah lain di Pulau Sumatera seperti Aceh dan Minangkabau menjadi lahan dakwah. Bahkan di Minangkabau ada tambo yang mengisahkan tentang alam Minangkabau yang tercipta dari Nur Muhammad. Ini adalah salah satu jejak Islam yang berakar sejak mula masuk ke Nusantara.
Di saat-saat itulah, Islam telah memainkan peran penting di ujung Pulau Sumatera. Kerajaan Samudera Pasai-Aceh menjadi kerajaan Islam pertama yang dikenal dalam sejarah.
Selain di Pulau Sumatera, dakwah Islam juga dilakukan dalam waktu yang bersamaan di Pulau Jawa. Prof. Hamka dalam Sejarah Umat Islam mengungkapkan, pada tahun 674 sampai 675 masehi duta dari orang-orang Ta Shih (Arab) untuk Cina yang tak lain adalah sahabat Rasulullah sendiri Muawiyah bin Abu Sofyan, diam-diam meneruskan perjalanan hingga ke Pulau Jawa. Muawiyah yang juga pendiri Daulat Umayyah ini menyamar sebagai pedagang dan menyelidiki kondisi tanah Jawa kala itu.
Ekspedisi ini mendatangi Kerajaan Kalingga dan melakukan pengamatan. Maka, bisa dibilang Islam merambah tanah Jawa pada abad awal perhitungan hijriah. Jika demikian, maka tak heran pula jika tanah Jawa menjadi kekuatan Islam yang cukup besar dengan Kerajaan Giri, Demak, Pajang, Mataram, bahkan hingga Banten dan Cirebon.
Proses dakwah yang panjang, yang salah satunya dilakukan oleh Wali Songo atau Sembilan Wali adalah rangkaian kerja sejak kegiatan observasi yang pernah dilakukan oleh sahabat Muawiyah bin Abu Sofyan.
Peranan Wali Songo dalam perjalanan Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa sangatlah tidak bisa dipisahkan. Jika boleh disebut, merekalah yang menyiapkan pondasi-pondasi yang kuat dimana akan dibangun pemerintahan Islam yang berbentuk kerajaan. Kerajaan Islam di tanah Jawa yang paling terkenal memang adalah Kerajaan Demak. Namun, keberadaan Giri tak bisa dilepaskan dari sejarah kekuasaan Islam tanah Jawa.
Sebelum Demak berdiri, Raden Paku yang berjuluk Sunan Giri atau yang nama aslinya Maulana Ainul Yaqin, telah membangun wilayah tersendiri di daerah Giri, Gresik, Jawa Timur. Wilayah ini dibangun menjadi sebuah kerajaan agama dan juga pusat pengkaderan dakwah. Dari wilayah Giri ini pula dihasilkan pendakwah-pendakwah yang kelah dikirim ke Nusatenggara dan wilayah Timur Indonesia lainnya.
C. Cara Islamisasi Di Indonesia
Perjalanan dakwah awal Islam di Nusantara tak terbatas hanya di Sumatera atau Jawa saja. Hampir seluruh sudut kepulauan Indonesia telah tersentuh oleh indahnya konsep rahmatan lil alamin yang dibawa oleh Islam.
Ada beberapa contoh islamisasi di kepulauan Nusantara, seperti :
1. Islamisasi Kalimantan
Para ulama awal yang berdakwah di Sumatera dan Jawa melahirkan kader-kader dakwah yang terus menerus mengalir. Islam masuk ke Kalimantan atau yang lebih dikenal dengan Borneo kala itu. Di pulau ini, ajaran Islam masuk dari dua pintu.
Jalur pertama yang membawa Islam masuk ke tanah Borneo adalah jalur Malaka yang dikenal sebagai Kerajaan Islam setelah Perlak dan Pasai. Jatuhnya Malaka ke tangan penjajah Portugis kian membuat dakwah semakin menyebar. Para mubaligh-mubaligh dan komunitas Islam kebanyakan mendiami pesisir Barat Kalimantan.
Jalur lain yang digunakan menyebarkan dakwah Islam adalah para mubaligh yang dikirim dari Tanah Jawa. Ekspedisi dakwah ke Kalimantan ini menemui puncaknya saat Kerajaan Demak berdiri. Demak mengirimkan banyak mubaligh ke negeri ini. Perjalanan dakwah pula yang akhirnya melahirkan Kerajaan Islam Banjar dengan ulama-ulamanya yang besar, salah satunya adalah Syekh Muhammad Arsyad al Banjari. (Baca: Empat Sekawan Ulama Besar)
2. Islamisasi Sulawesi
Ribuan pulau yang ada di Indonesia, sejak lama telah menjalin hubungan dari pulau ke pulau. Baik atas motivasi ekonomi maupun motivasi politik dan kepentingan kerajaan. Hubungan ini pula yang mengantar dakwah menembus dan merambah Celebes atau Sulawesi.
Menurut catatan company dagang Portugis yang datang pada tahun 1540 saat datang ke Sulawesi, di tanah ini sudah bisa ditemui pemukiman Muslim di beberapa daerah. Meski belum terlalu besar, namun jalan dakwah terus berlanjut hingga menyentuh raja-raja di Kerajaan Goa yang beribu negeri di Makassar.
Raja Goa pertama yang memeluk Islam adalah Sultan Alaidin al Awwal dan Perdana Menteri atau Wazir besarnya, Karaeng Matopa pada tahun 1603. Sebelumnya, dakwah Islam telah sampai pula pada ayahanda Sultan Alaidin yang bernama Tonigallo dari Sultan Ternate yang lebih dulu memeluk Islam. Namun Tonigallo khawatir jika ia memeluk Islam, ia merasa kerajaannya akan di bawah pengaruh kerajaan Ternate.
Beberapa ulama Kerajaan Goa di masa Sultan Alaidin begitu terkenal karena pemahaman dan aktivitas dakwah mereka. Mereka adalah Khatib Tunggal, Datuk ri Bandang, datuk Patimang dan Datuk ri Tiro. Dapat diketahui dan dilacak dari nama para ulama di atas, yang bergelar datuk-datuk adalah para ulama dan mubaligh asal Minangkabau yang menyebarkan Islam ke Makassar.
Pusat-pusat dakwah yang dibangun oleh Kerajaan Goa inilah yang melanjutkan perjalanan ke wilayah lain sampai ke Kerajaan Bugis, Wajo Sopeng, Sidenreng, Tanette, Luwu dan Paloppo.
3. Islamisasi Maluku
Kepulauan Maluku yang terkenal kaya dengan hasil bumi yang melimpah membuat wilayah ini sejak zaman antik dikenal dan dikunjungi para pedagang seantero dunia. Karena status itu pula Islam lebih dulu mampir ke Maluku sebelum datang ke Makassar dan kepulauan-kepulauan lainnya.
Kerajaan Ternate adalah kerajaan terbesar di kepulauan ini. Islam masuk ke wilayah ini sejak tahun 1440. Sehingga, saat Portugis mengunjungi Ternate pada tahun 1512, raja ternate adalah seorang Muslim, yakni Bayang Ullah. Kerajaan lain yang juga menjadi representasi Islam di kepulauan ini adalah Kerajaan Tidore yang wilayah teritorialnya cukup luas meliputi sebagian wilayah Halmahera, pesisir Barat kepulauan Papua dan sebagian kepulauan Seram.
Ada juga Kerajaan Bacan. Raja Bacan pertama yang memeluk Islam adalah Raja Zainulabidin yang bersyahadat pada tahun 1521. Di tahun yang sama berdiri pula Kerajaan Jailolo yang juga dipengaruhi oleh ajaran-ajaran Islam dalam pemerintahannya.
4. Islamisasi Papua
Beberapa kerajaan di kepulauan Maluku yang wilayah teritorialnya sampai di pulau Papua menjadikan Islam masuk pula di pulau Cendrawasih ini. Banyak kepala-kepala suku di wilayah Waigeo, Misool dan beberapa daerah lain yang di bawah administrasi pemerintahan kerajaan Bacan. Pada periode ini pula, berkat dakwah yang dilakukan kerajaan Bacan, banyak kepala-kepala suku di Pulau Papua memeluk Islam. Namun, dibanding wilayah lain, perkembangan Islam di pulau hitam ini bisa dibilang tak terlalu besar.
5. Islamisasi Nusa Tenggara
Islam masuk ke wilayah Nusa Tenggara bisa dibilang sejak awal abad ke-16. Hubungan Sumbawa yang baik dengan Kerajaan Makassar membuat Islam turut berlayar pula ke Nusa Tenggara. Sampai kini jejak Islam bisa dilacak dengan meneliti makam seorang mubaligh asal Makassar yang terletak di kota Bima. Begitu juga dengan makam Sultan Bima yang pertama kali memeluk Islam. Bisa disebut, seluruh penduduk Bima adalah para Muslim sejak mula.
Selain Sumbawa, Islam juga masuk ke Lombok. Orang-orang Bugis datang ke Lombok dari Sumbawa dan mengajarkan Islam di sana. Hingga kini, beberapa kata di suku-suku Lombok banyak kesamaannya dengan bahasa Bugis.
Dengan data dan perjalanan Islam di atas, sesungguhnya bisa ditarik kesimpula, bahwa Indonesia adalah negeri Islam. Bahkan, lebih jauh lagi, jika dikaitkan dengan peran Islam di berbagai kerajaan tersebut di atas, Indonesia telah memiliki cikal bakal atau embrio untuk membangun dan menjadi sebuah negara Islam.

Contoh Surat Lamaran Kerja

Contoh surat lamaran kerja ~ Sebagai awal mencari pekerjaan pada suatu perusahaan yang menyediakan lowongan kerja kita biasanya dimulai dengan membuat surat lamaran kerja. Misalnya perusahaan umum, Bank, CPNS, bahkan seorang perawat pun tetap juga memerlukan sebuah cv lamaran kerja. Memang tidaklah sulit untuk membuatnya  tetapi akan membutuhkan waktu untuk menyusun rangkaian kalimat sehingga membentuk sebuah surat lamaran kerja yang baik dan benar agar kesan pertama dari surat lamaran kerja terhadap anda menjadikan peluang untuk diterima semakin terbuka.

Kesan pertama dari sebuah surat lamaran kerja tentu akan sangat menentukan langkah selanjutnya dari hal melamar kerja anda, bayangkan saja jika surat lamaran yang anda buat tidaklah baik, kalimatnya tidak rapi, bertele-tele dan juga kurang menarik, saya kira pihak HRD perusahaan akan langsung melewati surat lamaran kerja anda tanpa membacanya apalagi mempertimbangkan lamaran anda. Inilah yang harus kita hindarkan bukan ?

Untuk itulah saya akan memberikan tips kepada anda cara membuat cv surat lamaran kerja dan contoh surat lamaran kerja untuk dapat anda tiru agar bisa anda pergunakan untuk melamar kerja.


Cara membuat surat lamaran kerja yang baik dan benar


1. Pergunakan bahasa yang baik dan benar
    Susun kalimat - kalimat surat lamaran kerja dengan baik dan benar jangan menggunakan bahasa gaul yang tidak patut dicantumkan.

2. Tulislah dengan kalimat yang sopan
    Jangan lupa menggunakan kalimat yang sopan, dan jangan menggunakan kalimat yang terkesan menyombongkan diri.

3. Usahakan menulis manual dengan rapi

    Hingga saat ini masih banyak perusahaan yang lebih menyukai surat lamaran kerja yang ditulis dengan manual menggunakan ballpoint, karena akan mudah menilai kepribadian seseorang dari hasil tulisan tangannya sendiri. Upayakan agar tidak kotor dan corat-coret tulisan anda.

4. Siapkan dan lengkapi syarat-syarat dari perusahaan
    Jangan lupa melengkapi surat-surat yang dibutuhkan ataupun disyaratkan dari peusahaan

5. Lampirkan sertifikat pendukung lainnya
   Jika ada sertifikat lain boleh saja ikut dilampirkan untuk menambahkan kriteria kemampuan anda, sehingga pihak HRD lebih mempertimbangkan anda

Contoh surat lamaran kerja umum 1

Hal : lamaran pekerjaan

Kepada Yth.,
Bpk / Ibu Personalia 
PT. Maju Terus Pantang Mundur
Jl. Mawar Merah No 88
Jakarta Barat

Dengan hormat,
Sesuai dengan informasi adanya lowongan pekerjaan dari PT. Maju Terus Pantang Mundur yang saya dapatkan dari harian Merdeka pada tanggal 15 Nopermber 2013. Saya bermaksud untuk melamar pekerjaan dan bergabung ke dalam perusahaan yang Bapak / Ibu pimpin. Adapun bagian pekerjaan yang saya maksudkan adalah bagian Marketing dengan kode (MG) di perusahaan PT. Maju Terus Pantang Mundur.

Berikut ini adalah data singkat saya
Nama                      : Siswono Suryo
Tempat / tgl. lahir       : Jakarta, 05 mei 1995
Pendidikan Terakhir       : S1 Manajemen Informatika
Alamat                    : Jl Penggangsaan Timur No 56
Telepon (HP)              : 081234567891
Status                    : Lajang

Dan saat ini saya dalam keadaan yang sehat dan dapat berbahasa Inggris dengan fasih. Kejujuran selalu saya utamakan dan latar belakang pendidikan saya sangat memuaskan, dan saya juga dapat mengoperasikan  komputer baik itu Lotus Spreedsheet, MS Office Word, Excell, Access dan beberapa macam software perkantoran lainnya.

Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :
1. Daftar Riwayat Hidup
2. Foto copy ijazah S1
3. Foto copy transkrip nilai
4. Foto copy sertifikat kursus dan pelatihan
5. Pas photo yang terbaru

Kesempatan wawancara dari Bapak / Ibu Personalia sangat saya harapkan agar saya dapat menjelaskan lebih rinci tentang potensi dan kemampuan saya untuk perusahaan yang Bapak / Ibu pimpin.

Demikian surat lamaran ini, Saya ucapkan terima kasih atas perhatian Bapak / Ibu personalia.


Hormat saya,
Hengki Kristianto

artikel terkait : contoh surat lamaran kerja bank dan CPNS

Contoh Surat Lamaran Kerja Umum 2

Martapura, 15 Nov 2013
Kepada Yth. HRD
Pt. Maju Terus Pantang Mundur,
Jl. Sam Ratulangi No. 99
Martapura

Dengan hormat,
Saya yang bertandatangan di bawah ini :
Nama                  :  Abdul Qodir, SE
Tempat, Tgl. Lahir    :  Ambon, 8 Agustus 1988
Alamat                :  Jl. Sumbangsih
No. Telp/HP           :  081234567891
Pendidikan            :  S1 Manajemen

Dengan surat ini saya ingin mengajukan lamaran kerja di perusahaan yang Bapak / Ibu pimpin sebagai seorang Marketing.

Saya memiliki sedikit pengalaman bekerja sebagai Marketing Manajer di salah satu perusahaan terkemuka di Surabaya. Dan dengan surat permohonan ini saya siap untuk memberikan kompetensi waktu dan tenaga saya apabila diperlukan dan sangat besar harapan saya agar dapat diberikan kesempatan wawancara maupun tes lainnya.

Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan surat :

1. Daftar Riwayat Hidup
2. Foto copy Ijazah
3. Foto copy sertifikat
4. Foto copy KTP
5. Foto copy transkrip nilai
6. Pas photo terbaru

Demikian surat lamaran kerja ini, saya ucapakan banyak terima kasih atas perhatian Bapak / Ibu.

Hormat saya,

Abdul Qodir, SE.


Demikian beberapa contoh surat lamaran kerja, saya harapkan dari artikel ini dapat memberikan Anda manfaat terutama bagi saudara yang sedang berupaya untuk mencari pekerjaan, Akhir kalimat saya doakan agar anda segera mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan dan dapat memberikan sumbangsih yang besar demi anda dan keluarga

Materi Survival (Pencinta Alam)

Pengertian Survival
            Definisi sederhana suatu kondisi yang sangat minim (Primitif), hidup dari alam sekitarnya, atau perjuangan untuk mempertahankan kelangsungan hidup dari keadaan sulit di Hutan belantara atau lingkungan yang mengancam jiwa.
Survival dapat diartikan juga sebagai berikut:
S : Sadar dalam keadaan gawat darurat
U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah
R : Rasa takut dan putus asa hilangkan
V : Vitalitas tingkatkan
I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya
V : Variasi alam bisa dimanfaatkan
A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya
L : Lancar, slaman, slumun, slamet
Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival tsb, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah “STOP” yang artinya :
S : Stop & seating / berhenti dan duduklah
T : Thingking / berpikirlah
O : Observe / amati keadaan sekitar
P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan
Faktor Penyebab Survival
            Seseorang terpaksa harus melakukan survive dapat diakibatkan beberapa faktor seperti:
a.       Tersesat saat melakukan perjalanan
b.      Kecelakaan pesawat/kapal
c.       Terhimpit reruntuhan bangunan
d.      Hanyut, dll
Survival merupakan cara hidup sederhana dengan pertimbangan waktu yang singkat untuk melakukan improvisasiyang menguntungkan dalam upaya mempertahankan hidup hingga datangnya bantuan. Dan fungsi keberhasilannya adalah bagaimana memanfaatkan otak untuk berimprovisasi.
Sikap Dalam Survival
            Sebesar apapun rintangan semua orang pasti akan dapat mengatasinya dengan sikap mental positif. Sikap demikian merupakan awal dari keberhasilan menghadapi tekanan, sekitar 100% tantangan dalam kondisi survival adalah faktor psikologis, otak menjadi alat yang sangat penting untuk mengenal kebutuhan hidup dan bagaimana cara memperoleh.
            Pengalaman dengan berbagai macam situasi akan menghasilkan langkah yang tepat, karena kondisi darurat yang dialami mempunyai kesamaan dengan pengalaman yang pernah dialaminya. Latar belakang ini akan membuat cara berfikir yang logis dan ini adalah cara efektif untuk mengontrol situasi.
Teknik Survival
            Hal yang harus diketahui oleh para survive adalah kebutuhan hidup manusia, apa saja kebutuhan dasar manusia untuk hidup? Di bawah ini akan dijelaskan kebutuhan dasar manusia antara lain:
a.       Keinginan untuk hidup (Positif Mental Attitude)
Udara, Shelter, Istirahat, air dan makanan merupakan kebutuhan yang logis. Seringkali orang melupakan hal yang paling penting dalam kegiatan survival yaitu sikap mental yang positif dan ketepatan dalam memandang ke depan. Untuk keluar dari situasi darurat. Kebiasaan ini memerlukan latar belakang pengetahuan dan keterampilan untuk melindungi dari keadaan alam yang tak bersahabat.
b.      Udara
Bernafas merupakan hal yang paling esensial karena dapat mempertahankan hidup dari menit ke menit. Rata-rata orang bisa hidup tanpa udara sekitar 3-5 menit. oleh karena itu udara adalah komponen penyokong hidup yang utama.
c.        Shelter
Shelter (Perlindungan) biasa diartikan dengan tempat tinggal sementara, akan tetapi dalam menghadapi kondisi alam bebas shelter di sini dapat diartikan semua alat yang dapat memproteksi dari kondisi lingkungan yang ekstrem. Contoh dari shelter antara lain baju hangat, tenda , gua, dll. Apabila survivor tidak mampu membuat alat perlindungan, maka dia hanya dapat bertahan beberapa jam saja.
d.      Istirahat
Istirahat merupakan kebutuhan tubuh, dengan mengistirahatkan tubuh kita akan merasakan seperti ada pembaharuan dan tambahan kekuatan walaupun dalam kondisi survive. Dengan istirahat tubuh dapat menyimpan dan menghemat tenaga, menjaga kekuatan tubuh sangat penting ketika menghadapi situasi darurat. Dalam hal ini yang harus diistirahatkan tidak hanya fisik kita, tetapi juga mental kita. Rata-rata pada situasi survive orang yang tidak beristirahat akan bertahan sekitar 30 jam saja.
e.       Air
Air adalah kebutuhan dasar untuk pengaturan suhu tubuh, memperlancar buang air dan mencerna makanan. Manusia terdiri dari 2/3 air, yang berada pada sistem sirkulasi dan bagian dalam organ tubuh. Saat istirahat badan menggunakan kira-kira 2 ¼ L air setiap hari hanya untuk menjalankan fungsi tubuh normal. Dalam kondisi ekstrem manusia hanya bisa bertahan tanpa air sekitar tingga hari saja. Langkah yang bijaksana bila menghemat air untuk digunakan dalam mempertahankan hidup.
f.       Makanan
Makanan sangat diperlukan tubuh, karena makanan akan menghasilkan kalori dan tenaga. Selain itu, makanan juga berfungsi untuk mempertahankan suhu tubuh. Catatan dan data dari pengalaman survival menunjukkan bila seorang tanpa makanan hanya bertahan sekitar 3 mingguan.
g.      Api
Api sangat bermanfaat dalam upaya melakukan perjuangan hidup seperti menghangatkan tubuh, memasak, membuat sinyal dll. Cara membuat api harus memperhatikan segitiga api (Bahan bakar, panas, oxigen) ketiga unsur ini tidak dapat dipisahkan, jika terjadi pemisahan api pasti akan mati.
 Prioritas kebutuhan Hidup Dalam Survival
 
1.      Keinginan Untuk Hidup
2.      Udara
3.      Shelter
4.      Istirahat
5.      Tanda (Kalau Ingin Ditemukan)
6.      Air
7.      Makanan
 

Sejarah awal gerakan pramuka di indonesia

Sejarah Pramuka Di Indonesia di dalamnya terdapat perintisan peraturan yang berdasarkan Ketetapan MPRS No II/MPRS/1960 pada tanggal 03 desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencara. Di dalam ketetapan ini terutama pasal 330 C menyatakan bahwa dasar bagi pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Serta seterusnya penertiban tentang kepanduan yang ada di Pasal 741 serta pendidikan kepanduan supaya di intensifkan dan setuju akan rencana Pemerintah untuk mendirikn Gerakan Pramuka (terdapat pada Pasal 349 ayat 30 ). Yang kemudian kepanduan dibebaskan dari sisa Lord Baden Powell.
Di dalam ketetapan itu memberikan kewajiban terhadap Pemerintah untuk melaksanakannya. Karena hal itulah Presiden/ Mandataris MPRS di tanggal 09 maret 1961 mengumpulkah tokoh-tokoh dan pemimpin dari gerakan kepanduan di Indonesia yang bertempatkan di Istana Negara. Pada Hari Kamis malam tersebut Presiden menyatakan bahwa kepanduan yang ada haruslah diperbaharui, untuk metode dan aktivitasnnya pendidikan harus dirubah. Dan seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang saat ini disebut 
Presiden menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K yaitu Prof Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh serta Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat desa, Achmadi. Panitia tersebut tentunya perlu adanya suatu pengesahan. Lalu kemudian terbitlah Keputusan Presiden Ri No.112 Tahun 1961 tanggal 05 april 1961 mengenai Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan anggota seperti yang terlah disebut oleh Presiden pada tanggal 09 Maret 1961.
Terdapat perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden denga Keputusan Presiden tersebut.
Di dalam bulan April itu juga keluarlah Kep Pres RI No. 121 tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Terdapat anggota yang terdiri atas yang telah disebutkan diatas tadi ditambah dengan Menteri Sosial Djojo Martono. Panitia ini yang mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden RI No. 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.
Sejarah Peristiwa Kelahiran Gerakan Pramuka
Di dalam Kelahiran Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang berkaitan yaitu :
1. Pidato Presiden atau Mandataris MPRS di hadapan para tokoh maupun pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia di tanggal 09 Maret 1961 di Istana Negara. Kemudian peristiwa ini disebut sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka.
2. Di keluarkannya KepPres No. 238 tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai Satu-satunya Organisasi Ke Panduan yang ditugaskan untuk menyelenggarakan Pendidikan kepanduan untuk anak-anak serta pemuda Indonesia. Serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuk yang di jadikan suatu pedoman, petunjuk serta pegangan untuk para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugas. Di tanggal 20 Mei adalah Hari Kebangkitan Nasional, namun untuk Gerakan Pramuka memiliki kekhususan dan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Di dalam peristiwa ini disebut denga Hari Permulaan Tahun Kerja.
Pernyataan dari wakil organisasi kepanduan Indonesia yang turut ikhlas meleburkan diri di dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan di tanggal 30 Juli 1961. Di dalam peristiwa ini disebut Hari Ikrar Gerakan Pramuka.
3. Adanya pelantikan Mapinas, Kwarnas serta Kwarnari di Istana Negara yang diikuti oleh defile Pramuka dalam memperkenalkan kepada masyarakat dengan di anugrahkan Panji –Panji Gerakan Pramuka yang terjadi tanggal 14 agustus 1961. Dalam peristiwa ini disebut dengan Hari Pramuka.
Diperkenalkannya Gerakan Pramuka
Di dalam Pidato Presiden pada tangal 09 Maret 1961 memberitahukan agar Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan pramuka telah ada dan juga dikenal oleh masyarakat. Karena itulah Keppres No.238 Th 1961 perlu ada pendukung yaitu pengurus dan anggotannya.
Berdasarkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan Ini dipegang oleh MAPINAS (Majelis Pimpinan Nasional) yang di dalamnya ada Kwartir Nasional Gerakan Pramuka serta Kwartir Nasional Harian.
Badan Pimpinan Pusat secara simbolis juga menyusun angka keramat 17/08/45 yaitu Mapinas yang beranggota 45 orang yang diataranya duduk dalam Kwarnas 17 Orang dan Kwarnasri 8 Orang.
Tapi di dalam realisasinya di Keppres RI No.447 Tahun 1961 di tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan terdapat rincian di 70 anggota itu terdapat 17 orang sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang anggota Kwarnari.
Di Mapinas di ketuai oleh Dr. Ir. Soekarno selaku Presiden RI dengan Wakil Ketua 1 Sri Sultan Hamengku Buwono IX serta Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr. A. Aziz Saleh
Dalam Kwarnas sendiri, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr. A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua yang juga merangkap jabatan sebagai Ketua Kwaranari.
Secara resmi Gerakan Pramuka di kenalkan kepada rakyat Indonesia di tanggal 14 agustus 1961. Dengan saat itu di jakarta sebanyak 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan apel besar yang diikuti dengan pawai pembangunan serta defile di hadapan Presiden.
Sebelumnya Presiden melantik anggota Mapinas dan Kwarnas serta Kwarnari di Istana Negara dan menyampaikan anugrah tanda penghargaan serta penghormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia terdapat di Keppres No.448 tahun 1961 yang diterima kepada Ketua Kwartir Nasional yaitu Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai dimulai.
Di dalam Sejarah Pramuka tersebut tanggal 14 Agustus 1961 dilakukan dan dikukuhkan sebagai HARI PRAMUKA yang pada setiap tahunnya di peringati oleh seluruh jajaran serta anggota Gerakan Pramuka.